21 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Indonesia-Australia Gelar Latihan SAR Gabungan

BatasNegeri – Latihan SAR ke-35 kerja sama Indonesia dengan Australia di Kantor SAR kelas I Denpasar,  Jalan Raya Uluwatu Jimbaran, Badung, Bali, resmi dibuka, Rabu (27/3/2019).

Pada kegiatan latihan tersebut, melibatkan kekuatan alat utama dari kedua belah pihak. Rencananya latihan berlangsung di perairan sebelah selatan Bali, tepatnya pada posisi 080 53’ 27” S – 1150 20’ 50” E.

Kegiatan latihan kali ini dibuka secara resmi oleh Direktur Kesiapsiagaan Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Didi Hamzar.

Turut hadir Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar, Lantamal V, Koarmada II, Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko. Hadir juga Danlanud Ngurah Rai, Asops Kodam IX/Udayana, dan Kasat Brimobda Bali.

Sementara itu peserta latihan berasal dari kesatuan TNI, Polri, BBMKG Wilayah III Denpasar, Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, Kantor Wilayah DJBC Bali, Pol Air Polda Bali. Lalu, Airnav Cabang Denpasar, BPBD  Bali, KSOP Benoa, KPLP Benoa, KKP Kelas I Denpasar, KP3 Benoa, PT Angkasa Pura Ngurah Rai, dan PT Pelindo III dan perwakilan  AMSA, RCC Australia yang berjumlah 3 orang.

Dalam penyampaiannya Didi mengatakan, gelar latihan yang akan di gelar di Bali ini nantinya akan dijadikan sebagai pedoman pelaksanaan operasi SAR di perbatasan wilayah kerja Kantor SAR di seluruh Indonesia dan Australia dalam rangka kerja sama kedua negara.

Gelaran latihan ini dalam upaya menguji kesiapsiagaan latihan bersama dengan Australia, serta mengukur respon time pergerakan personil beserta Alut di perbatasan wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan wilayah Denpasar dan Indonesia pada umumnya.

Latihan SAR antara dua negara tetangga ini, sudah sering kali dilakukan, dan biasanya pemilihan tempatnya menyesuaikan dengan posisi wilayah yang berbatasan langsung dengan Australia.

Tujuan dari latihan SAR Ausindo ini lanjutnya, di antaranya untuk melatih dan meningkatkan kemampuan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan RCC Australia dalam mengkoordinasikan dan mengendalikan Operasi SAR bersama yang terjadi di daerah perbatasan.

Kemudian melaksanakan prosedur yang telah dipersetujui bersama, dan meningkatkan kesiapan fasilitas dan komunikasi kedua negara.

Menurutnya Didi, koordinasi secara berkelanjutan  diharapkan dapat mewujudkan kesamaan pola pikir dan pola tindak pada pelaksanaan operasi SAR nantinya. Dengan demikian profesionalitas dan performance Basarnas bersama potensi SAR dapat menjawab tuntutan dari masyarakat.[*]

(sindonews.com)