21 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Dukung Kehadiran Wisman di Perbatasan, Pemerintah Buka 3 Rute Bus Antar Negara

BatasNegeri – Pemerintah Indonesia berencana membuka rute bus di daerah perbatasan Malaysia-Brunei Darussalam. Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menerima perwakilan otoritas perhubungan dari tiga negara di Asia Tenggara, mulai dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina.

Indonesia dan tiga negara Asia Tenggara tersebut, tergabung dalam Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia- Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).

Pertemuan ini, kata Budi membahas proyek dan perjanjian transportasi di perbatasan empat negara. Indonesia sendiri akan mengajukan beberapa rute bus perbatasan baru dalam forum diskusi transportasi BIMP-EAGA. Sebelumnya, sudah ada 11 rute bus yang melayani transportasi di perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan Brunei.

“Indonesia sudah keluarkan izin bus perlintasan antara Indonesia di 2019, lima di Malaysia dan enam di Brunei Darussalam. Sekarang kita usulkan BIMP buat bus electronic log book. Ada tiga kita usulkan rute baru,” katanya.

Dari data yang dipaparkan, rute yang diajukan Indonesia ada tiga, pertama jalan Malinau-Krayan-Long Midang di Indonesia menuju Lawas di Sarawak, Malaysia.

Kedua, jalan Malimau-Mansalong-Tau Lumbis di Indonesia menuju Keningau di Sabah, Malaysia. Terakhir, jalan Malinau-Langap-Long Kemuat-Long Nawang di Indonesia menuju Sibu di Sarawak, Malaysia.

Selain itu Indonesia juga membicarakan kerja sama dengan Malaysia soal pembukaan pelayanan kapal roro pengangkut kendaraan dari Dumai menuju Malaka.

Menurutnya, dengan pembukaan rute transportasi baru antar dua negara ini dapat membuat logistik semakin mudah.

“Konkretnya itu, bisa bawa bahan dan barang-barang. Jadi point to point dari pabrik langsung ke user-nya di sana,” katanya.

Budi Karya juga melaporkan pencapaian kerja sama Indonesia-Filipina di sektor udara lewat dibukanya rute baru dari Manado menuju Davao. Rute yang dilayani Garuda Indonesia ini telah dibuka sejak September dan melayani dua kali penerbangan seminggu.

“Untuk udara kita ada penerbangan PT Garuda Indonesia rute Manado-Davao PP, ini kita sudah mulai sejak September lalu. Frekuensinya dua kali per minggu,” ujarnya.

Masih di sektor transportasi udara, pihaknya yang mewakili Indonesia juga akan mengevaluasi rute Pontianak-Kuching. Frekuensi penerbangan rute tersebut sudah berjalan selama sepekan. (MINEWS)