14 April 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Menteri PUPR: Jalan Perbatasan Strategis Bagi NKRI

BatasNegeri – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan akan melanjutkan pembangunan jalan di perbatasan Kalimantan Utara. Kementerian PUPR mendata jalan perbatasan di Kalimantan Utara terbagi menjadi tiga kelompok, yakni jalan perbatasan (992,5 kilometer), jalan paralel perbatasan (614,55 kilometer), dan akses perbatasan (337,8 kilometer). Sejauh ini, masih ada 57 kilometer jalan paralel perbatasan dan 27,05 kilometer jalan akses perbatasan yang belum terhubung.

“Jaringan jalan perbatasan ini merupakan infrastruktur yang bernilai strategis bagi NKRI dengan fungsi sebagai pertahanan dan keamanan negara dan mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Selasa (30/3/2021).

Kementerian PUPR telah menyiapkan Rp715 miliar untuk konstruksi jalan baru di Kalimantan Utara sepanjang 57,96 kilometer dan pemeliharaan rutin sepanjang 312,3 kilometer. Target pembanguan jalan baru di Kalimantan Utara tersebut berkontribusi sektiar 7 persen dari total target pembangunan jalan baru. Basuki telah menganggarkan Rp247 miliar untuk konstruksi jalan perbatasan Kalimantan Utara.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan Jalan Long Boh-Metulang -Long Nawang (6,5 kilometer), dan Jalan Long Boh – Metulang – Long Nawang 2 (21,5 kilometer), pembukaan hutan ruas Long Boh – Metulang (3,5 kilometer), Jalan Long Kemuat-Langap (3,7 kilometer), dan pemeliharaan rutin perbatasan (312,3 kilometer).

Di samping itu, Basuki telah mengalokasikan Rp468 miliar untuk konstruksi jalan akses perbatasan di sebelah utara Pulau Seribu Sungai. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan Jalan Malinau-Semamu (2 kilometer), Jalan Malinau-Semamu 1 (3,2 kilometer), Jalan Long Semamu – Long Bawan (13,66 kilometer), dan Jalan Long Nawang (3,9 kilometer).

Basuki berujar pengaspalan jalan di kawasan perbatasan Kalimantan Utara akan diprioritaskan pada permukiman atau area padat penduduk. Selain itu, pekerjaan pengaspalan juga akan dilakukan di sekitar fasilitas umum seperti Puskesmas, pasar, sekolah, dan kantor pemerintahan.

Basuki berharap kehadiran jalan perbatasan dan akses perbatasan tersebut akan membuka akses dari dan menuju daerah perbatasan Kalimantan Utara. Alhasil, lanjutnya, jalur-jalur logistik abru akan terbentuk dan mendukung pertumbuhan embrio pusat-pusat pertumbuhan baru.

Seperti diketahui, Kementerian PUPR menargetkan dapat membangun jalan baru sepanjang 788 kilometer sepanjang 2021. Sementara itu, target preservasi jalan tahun ini mencapai 47.017 kilometer. (bisnis)