14 April 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Wisata Hutan Mangrove di Pantai Singkawang, Kalbar

Libur Lebaran, Obyek Wisata di Kalimantan Barat Tetap Buka

BatasNegeri – Sejumlah destinasi wisata di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tetap buka saat libur Lebaran 2021 dengan pengawasan Satgas Penanganan Covid-19.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalbar Windy Prihastari.

“Aktivitas pengelolaan wisata yang dibuka di Kalbar itu tetap di bawah pengawasan Satgas Covid-19 yang didampingi oleh TNI dan Polri. Razia rutin dan pengawasn juga akan dilakukan secara ketat,” kata Windy kepada Antara, Minggu (9/5/2021).

Adapun beroperasinya sejumlah obyek wisata di Kalbar guna mengantisipasi warga lokal agar tidak mudik.

Ia menambahkan, dibukanya destinasi wisata di provinsi itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Kalbar Nomor 443.1/0111 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan Penerapan Disiplin Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19.

Pengelola obyek wisata wajib memajang SE tersebut dalam bentuk baliho, banner, dan lainnya. Protokol kesehatan di kalangan pelaku sektor pariwisata Sejak Januari 2021, pemerintah telah menjalankan program uji sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) terhadap pelaku sektor pariwisata, di antaranya di perhotelan, restoran, kafe, dan destinasi wisata. Tidak hanya itu, Windy menuturkan bahwa pelaku sektor pariwisata di Kalbar juga sudah divaksinasi.

“Kami melakukan vaksinasi bagi pelaku wisata dan masyarakat umum. Untuk pelaku wisata di Kalbar sudah vaksinasi tahap kedua,” ujarnya.

Tidak menguntungkan sektor pariwisata Walau sejumlah destinasi wisata tetap dibuka saat libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H, keputusan tersebut dinilai tidak memberi dampak signifikan pada sektor pariwisata.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agent (ASITA) Kalbar Nugroho Henray Ekasaputra mengatakan, adanya larangan mudik tetap tidak menguntungkan sektor pariwisata – meski sejumlah destinasi sudah beroperasi.

“Kondisi sekarang sektor pariwisata buka, namun tidak boleh mudik karena ada pembatasan-pembatasan. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan pariwisata Kalbar. Pelaku pariwisata tentu terpukul dengan kondisi sekarang,” ujar Nugroho.[*]

Kompas.com