13 April 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Unair Gelar Riset Terkait Ekonomi di Nunukan

BatasNegeri – Pandemi yang menggeser dan merombak tatanan perekonomian dunia, utamanya dunia pariwisata. Meski cukup terdampak pandemi, namun sektor pariwisata masih menjadi salah satu sektor yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian kembali ekonomi pasca pandemi. 

Hal itulah yang membawa Lembaga Ilmu Sosial Humaniora dan Bisnis (LISHB) Universitas Airlangga (Unair) mendatangi Kabupaten Nunukan dan menggelar Forum Grup Discussion (FGD) yang digelar, Selasa (2/11/2021) di Aula Pertemuan IV Kantor Bupati Nunukan. 

Kabag Protokol dan Administrasi Pimpinan, Setkab Nunukan Hasan Basri kepada pusaranmedia.com mengatakan, kegiatan penelitian itu menyasar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi vertikal terkait Bea Cukai dan Imigrasi, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). 

“Mereka itu tim riset dari Unair yang fokus terhadap perbatasan dan ingin memberikan kontribusi perguruan tinggi terhadap daerah perbatasan, khususnya bagaimana peningkatan usaha ekonomi daerah pasca pandemi atau dalam pandemi,” ujar Hasan Basri kepada media ini. 

Dari hal yang paling memungkinkan di Kabupaten Nunukan, kata Hasan Basri, yakni terkait Border Tourism atau wisata perbatasan, yang sangat menarik mengingat dalam waktu dekat pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di tiga daerah bakal dirampungkan, baik di Pulau Sebatik untuk wisata pantai, Wilayah Kabudaya untuk wisata sungai dan Dataran Krayan untuk wisata gunung dan taman nasional. 

Dijelaskan Hasan Basri, ketika seluruh perangkat border tourism  telah dirampungkan dan kebijakan lockdown Malaysia dicabut, maka lokasi-lokasi wisata tersebut dapat dibuka untuk wisatawan internasional. 

“Setelah kajian dan penelitian ini rampung, pihak Unair akan menindaklanjuti kepada Kementerian Pariwisata RI untuk dapat membiayai sarana dan prasarana objek wisata di Kabupaten Nunukan dan kegiatan maupun program kementerian,” jelasnya. 

Dari riset sementara yang dilakukan Unair, bahwa kecenderungan wisatawan saat ini adalah mengunjungi lokasi wisata alam dan tidak lagi mengunjungi wisata-wisata mahal dan perkotaan. Melainkan lebih memilih wisata natural, bahkan tidak sedikit wisatawan mencari keberadaan wisata yang belum terkoneksi jaringan seluler. 

Dan jika menilik hasil kajian tersebut, objek wisata alam di Krayan dan Lumbis Pansiangan, nampaknya dapat menjawab hasil kajian sementara Unair tersebut. 

Dikatakan lebih jauh oleh juru bicara Pemkab Nunukan ini, border tourism ini nantinya akan dipaketkan dengan sejumlah objek wisata baik di Kalimantan Timur seperti Derawan dan Kaltara, khususnya Nunukan. 

“Menariknya itu, akan ada paket-paket wisata dari Jakarta misalnya, mungkin singgah dulu ke Derawan, baru ke Sebatik, Lumbis Pansiangan baru Krayan atau sebaliknya,” kata Hasan. 

Dengan adanya riset tersebut,  Hasan berharap dapat membawa angin segar terhadap perekonomian Nunukan khususnya masyarakat disekitar objek wisata tersebut, bahkan perhotelan dan homestay yang berada di masing-masing kecamatan. (pusaranmedia)