2 Maret 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Pekan Kebudayaan Aceh, Momentum Merajut Jalur Rempah Aceh ke Dunia

BatasNegeri – Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 dengan tema “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia” resmi dibuka di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Sabtu malam, 4 November 2023.

Aceh terdiri atas 23 kabupaten/kota yang beragam, Aceh merupakan perpaduan unik antara keindahan alam dan kekayaan budaya. Ungkapan “matee aneuk meupat jeurat, gadoh adat pat tamita” bukanlah sekadar kata-kata. Ini merupakan manifestasi kesadaran masyarakat Aceh tentang pentingnya adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari.

Pembukaan PKA-8 ditandai dengan penumbukan rempah di leusoeng kayee oleh Deputi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Didik Suhardi, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, Wali Nanggroe PDYM Malik Mahmud Al-Haytar, dan Forkopimda Aceh di hadapan ribuan pengunjung.

Pembukaan event empat tahunan ini diawali dengan penampilan seni rapai pase serta parade marching band Gita Handayani. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piala bergilir dari pemenang PKA-7 yaitu Kabupaten Aceh Selatan, yang diserahkan Pj Bupati Cut Syazalisma kepada Pj Gubernur Aceh.


Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki dalam sambutannya menyampaikan, PKA merupakan panggung yang menampilkan dinamika perpolitikan, sosial, budaya, dan pemerintahan Aceh yang terekam sejak pelaksanaan perdana tahun 1958.
 
Marzuki mengatakan, PKA juga merupakan buah pemikiran dan perjuangan orang-orang tua dulu yang memberikan teladan dalam merajut, merawat, dan menjaga perdamaian melalui pelestarian serta pemajuan kebudayaan, khususnya peradaban atau tamadun islami di Bumi Serambi Mekkah.

“Sejak 1958 PKA menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pemerintah dalam melindungi, membina, mengembangkan, dan memanfaatkan sisi baik kebudayaan. Maka seiring 65 tahun perjalanan panjang PKA, Pemerintah Aceh memilih tema Jalur Rempah Aceh pada PKA 8 ini, dengan tagline Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia,” kata Marzuki.


Minggu, 5 November 2023 dilanjutkan dengan kegiatan pawai budaya. Setiap Kabupaten/Kota dengan memakai pakaian adat daerah masing-masing mengikuti pawai tersebut.

Ribuan peserta dari seluruh Aceh memadati jalan-jalan di Kota Banda Aceh, mempersembahkan keanekaragaman budayanya yang membanggakan.

Pawai ini menjadi ajang untuk merayakan warisan budaya Aceh, sekaligus menghormati tradisi dan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Pawai budaya ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan inspirasi kepada masyarakat Aceh untuk terus menjaga dan merawat warisan budaya mereka.[*]

berbagai sumber