2 Maret 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Raja Ampat, destinasi wisata andalan di Papua Barat Daya

Riset dan Data Penting untuk Pembangunan Papua Barat Daya

BatasNegeri – Penjabat (Pj) Sekda Papua Barat Daya, Edison Siagian menyatakan ekosistem riset sangat penting, sebab tujuan dilakukan riset untuk peningkatan kinerja penyelenggara pemerintahan daerah, maka dalam melakukan riset perlu melibatkan siapa saja. 

“Hasil riset itu kita pakai maka kinerja kita meningkat ke arah yang direncanakan,” kata Edison Siagian saat membuka kegiatan FGD Pengembangan Ekosistem Riset dan Penyusunan Peta Jalan Riset Inovasi menuju Papua Barat Daya Emas 2045, Selasa (19/12/2023). 

Lanjutnya, Provinsi Papua Barat Daya baru berusia satu tahun, maka riset dan inovasi diperlukan, dan agar riset berjalan lancar, data primer dan sekunder menjadi sangat penting. 

“Kalau datanya kurang atau tidak valid maka risetnya sudah pasti rumit,” ujarnya. 

Ia mencontohkan terkait data kependudukan orang asli papua yang ternyata tidak singkron. Bahkan menyangkut aturan dan undang- undang sekalipun di Papua Barat Daya sangat kompleks. 

“Untuk data khususnya jumlah orang asli Papua ternyata BPS punya data sendiri, kemudian Dukcapil pun punya data sendiri,” paparnya. 

“Dinamika yang saya alami disini misal, ada Undang-Undang Pemerintah Daerah dan juga Undang-Undang Otsus. bahkan hal-hal yang berhubungan dengan internasional pun masuk kesini tentunya bisa dibilang semuanya kompleks,” tuturnya.

Inflasi pun tambahnya, menjadi bagian dari riset karena jika ada kenaikan harga kebutuhan masyarakat yang harus dilakukan pemerintah adalah mengecek ke pasar.

Oleh karenanya, ekosistem riset dan inovasi menjadi penting karena permasalah yang kita alami saat ini perlu dianalisis. 

“Yang ingin saya ingatkan kepada kita semua, bahwa sudah ada kerangka hukum dan acuan sebagai dasar dalam melakukan riset, sehingga semua indikator perlu diperhatikan” pungkasnya.[*]

rri.co.id