2 Maret 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Presiden Jokowi Groundbreaking RSUP Pertama di Nusantara

BatasNegeri – Penajam Paser Utara) Presiden Joko Widodo secara resmi memulai groundbreaking Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Rabu, 20 Desember 2023. RSUP ini merupakan rumah sakit pertama pemerintah yang akan dibangun di IKN setelah sebelumnya tiga rumah sakit swasta telah memulai groundbreaking pada bulan September dan November lalu.

“Sudah mulai dibangun tiga rumah sakit swasta yang kita groundbreaking bulan yang lalu, 2 bulan yang lalu, dan 3 bulan yang lalu. Ada tiga (rumah sakit) yang pertama Rumah Sakit Hermina, yang kedua Rumah Sakit Abdi Waluyo, yang ketiga Rumah Sakit Mayapada. Dan hari ini kita groundbreaking lagi untuk rumah sakit umum pusat yang akan dibangun oleh pemerintah,” ucap Presiden.

RSUP di Nusantara yang akan dibangun dengan konsep gedung hijau atau green building tersebut memiliki konsentrasi pada pengobatan penyakit jantung dan strok. Presiden optimistis para pasien yang akan berobat ke RSUP dapat cepat pulih dengan bantuan medis serta dukungan dari kawasan hijau IKN.

“Kalau kita melihat kehijauan disini, oksigennya banyak mestinya pikirannya senang, stroknya menjauh lah pikir saya, (penyakit) jantungnya juga menjauh karena suasananya di sini adalah suasana hijau,” kata Presiden.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan reforestasi dengan penanaman kembali pohon-pohon endemik di kawasan IKN.

“Hari ini kita juga akan melakukan penghutanan kembali, reforestasi, melakukan penghijauan, penanaman pohon-pohon endemik. Sekali lagi agar kawasan di Ibu Kota Nusantara ini menjadi sebuah kawasan yang sangat hijau, yang di negara manapun tidak dijumpai ibu kota yang sehijau Nusantara ini,” tambahnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Hadi Tjahjanto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, dan Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik.[*]

berbagai sumber