2 Maret 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Menlu Malaysia ke Indonesia, Bahas Masalah Perbatasan dan Pekerja Migran

BatasNegeri – Sejumlah isu bilateral dibahas oleh Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad bin Hasan saat kunjungan kehormatan atau courtesy call kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2024).

Adapun kunjungan ke Istana Negara dilakukan setelah keduanya melakukan pertemuan bilateral di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat. Kunjungan ini sekaligus menjadi kunjungan pertama Mohamad bin Hasan sebagai Menlu Malaysia.

Retno menyampaikan, sejumlah isu yang dibahas menyangkut masalah wilayah perbatasan dan pekerja migran. Kedua negara sepakat mencoba menyelesaikan masalah perbatasan yang belum selesai, baik batas darat maupun batas laut.

“Karena kedua pemimpin pada saat Juni tahun lalu sudah bersepakat segera menyelesaikannya,” kata Retno saat ditemui usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa.

Sementara itu, mengenai pekerja migran Indonesia, kedua negara membahas mengenai hak pendidikan yang perlu diterima oleh keluarga pekerja, termasuk anak-anaknya.

Indonesia, kata Retno, meminta community learning center (CLC) diadakan di Semenanjung Malaysia, selain di Sabah dan Serawak. “Selama ini sudah ada CLC yang ada di Sabah dan Serawak, yang kita mintakan agar CLC ini juga dapat diadakan di Semenanjung,” kata dia.

Retno juga mengingatkan kembali bahwa Indonesia-Malaysia telah bersepakat untuk mengadakan special bilateral mechanism yang khusus membahas mengenai masalah pekerja migran.

“Jadi saya ingatkan perlu agar special bilateral mechanism ini segera berjalan,” ucap Retno.

Isu lain yang dibahas adalah memperkuat kerja sama ekonomi. Hal ini mengingat hubungan dagang antara Indonesia dan Malaysia cukup kuat dengan volume yang cukup besar.

“(Malaysia adalah) salah satu yang terbesar di antara negara-negara ASEAN dan kita membahas bagaimana mengoptimalisasi ekonomi-ekonomi yang ada di perbatasan,” kata dia.[*]

Kompas.com