23 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Minim Tenaga Pengajar, Anggota Satgas Pamtas Jadi Guru di Perbatasan RI-RDTL

BatasNegeri – Kurangnya tenaga pengajar di daerah terpencil menyebabkan kurang majunya pendidikan di Indonesia.

Desa Tohe, KecamatsnRaihat, Kabupaten Belu, NTT, salah satu desa yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste penduduknya sebagian merupakan warga eksodus dari Timor Timur selesai jajak pendapat tahun 1999.

Pada saat itu karena belum adanya sekolah maka didirikan SD darurat untuk mewadahi anak-anak pengungsi. Sampai sekarang kendala dalam kegiatan belajar mengajar adalah kurangnya tenaga pendidik .

Seperti dilansir Pendam IX/Udayana, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 408/SBH bukan hanya menjaga kedaulatan negara dengan mengamankan perbatasan namun juga turut berperan dalam bidang pendidikan.

Seperti yang dilakukan Praka Sakdollah, anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/Sbh Pos Nunura, yang turut membagi ilmunya dengan menjadi tenaga pendidik di SDN Wemorihas.

Guru setempat,Linda, merasa sangat terbantu dengan kehadiran Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/SBH yang turut membantu menjadi tenaga pendidik di SDN Wemorihas.

“Kurangnya tenaga pendidik di daerah perbatasan masih menjadi kendala majunya pendidikan daerah terpencil. Harapan kami dengan adanya tenaga pendidik dari Satgas Pamtas maka pendidikan daerah perbatasan dapat lebih maju,” ungkap Linda.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 408/SBH Mayor Inf Joni Eko P, S.Ip., dalam keterangan persnya pada Minggu (26/5/2019) mengatakan bahwa pentingnya pendidikan dalam majunya sebuah bangsa tidak dapat diabaikan.

Kata dia, hadirnya Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/SBH bukan hanya sekedar menjaga kedaulatan dengan mengamankan perbatasan namun juga turut membangun bangsa dalam bidang pendidikan.

“Harapan kami ke depan kemajuan pendidikan di daerah perbatasan mampu setara dengan di daerah perkotaan, karena dengan majunya pendidikan maka akan tercipta tunas bangsa yang cerdas yang kelak akan memimpin bangsa ini,” ungkap Dansatgas, Joni. (balieditor)