21 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Pengerjaan ruas jalan perbatasan Malinau-Krayan.

Jalan Perbatasan Malinau-Krayan Sudah 100% Terhubung

BatasNegeri – Pembangunan infrastruktur jalan di perbatasan dan pedalaman Kalimantan Utara (Kaltara) yang adalah bagian dari program pembukaan isolasi wilayah hingga kini masih terus berproses.

Salah satunya untuk penembusan jalan poros Malinau menuju Krayan, Nunukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kaltara, Suheriyatna mengatakan, pihaknya akan terus menagih ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya di Bina Marga supaya akhir tahun ini jalan tersebut bisa fungsional.

“Secara pekerjaan sudah tembus, tapi untuk fungsional masih perlu dibenahi. Sekarang ini progresnya sudah sekitar 85 persen,” ujar Suheriyatna di Tanjung Selor pekan kemarin.

Untuk progresnya, tahun ini masih jalan lagi. Karena masih ada suntikan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang masuk ke salah satu ruas jalan di wilayah perbatasan dan pedalaman provinsi termuda Indonesia ini.

Adapun cara untuk menilai apakah jalan itu sudah fungsional atau belum, nanti akan dilakukan off road dari Malinau ke Krayan. Dapat menggunakan sepeda motor atau mobil. Di situ akan terlihat, apakah bisa tembus atau tidak.

“Seingat saya, untuk fungsional itu bisa akhir tahun ini. Karena tahun inikan sudah dibangun semua jalan di perbatasan secara bertahap, termasuk itu (jalan Malinau-Krayan, Red),” katanya.

Ia mengaku salah satu kendala dalam pembangunan jalan Malinau-Krayan itu dilihat dari topografi wilayahnya yang terdiri dari banyak gunung tinggi dan lain sebagainya. Sehingga dibutuhkan pemotongan gunung.

“Tapi untuk fungsional itu yang penting adalah tembus dulu. Sedangkan untuk yang masih perlu dibenahi, itu akan dilanjutkan nanti. Jadi itu bertahap,” sebutnya.

Artinya, bukan berarti begitu jalan itu sudah fungsional, anggarannya langsung setop atau tidak ada anggaran lagi untuk itu. Tapi tetap masih ada untuk kegiatan lain seperti penurunan atau pemangkasan gunung, pengaspalan, pembuatan jembatan, pembuatan tikungan yang layak, dan lainnya.

“Itu masih banyak yang perlu dikerjakan dan itu sudah biasa pekerjaan PU seperti itu. Jadi tidak ada istilahnya buat jalan sekali jadi. Tetap bertahap. Seperti jalan ke Kaltim (Kalimantan Timur) itu sampai sekarang masih ada anggarannya,” ucap Suheriyatna.

Selain itu, saat ini sudah ada beberapa ruas jalan di perbatasan dan pedalaman provinsi ke-34 ini yang sudah fungsional dan efektif dengan konstruksi beraspal mulus. Salah satunya jalan dari Sungai Ular, Nunukan hingga ke Malinau.

Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, Marten Sablon mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah dan pemerintah daerah untuk membuka keterisoliran masyarakat yang tinggal di perbatasan dan pedalaman Kaltara ini.

“Saya rasa ini penting dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara di perbatasan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sejak lama sudah setia menjaga beranda terdepan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini,” pungkasnya.[*]

prokal.com