23 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Kisah Anong, Anak Dayak di Atas Langit Perbatasan

BatasNegeri – Perlahan namun pasti helikopter Bell-412 milik Kodam XII/Tanjungpura terbang mendarat di Desa Sungkung. Capung besi itu sedang melaksanakan operasi membawa bantuan beras dari Pemprov Kalimantan Barat.

Maklum letak dan akses ke Sungkung sangat susah. Jalannya terjal, curam dan berlumpur. Ditambah kali-kali kecil yang mengitari wilayah itu belum berjembatan.

Tak ayal, jarak tempuh ke sana bila lewat darat bisa memakan waktu hingga 3 jam. Sementara kalau musim penghujan tiba, akses ke sana bisa sampai 5 jam.

Agar distribusi barang dan sembako bisa cepat tersalurkan ke Sungkung, maka cara paling efektif adalah menggunakan helikopter. Para penerbangnya pun rela bolak-balik, asal kebutuhan masyarakat di sana terpenuhi.

Mereka adalah Kapten Cpn Fadli Akbar Sirait serta 6 kru lainnya. Namun ada satu nama yang terbilang istimewa di sana. Namanya Letda Cpn (K) Alberta Injilia. Ia adalah putri asli Dayak, tepatnya di Kecamatan Naga Taman, Sekadau, Kalimantan Barat.

Sosok yang karib disapa Anong tersebut lahir pada 14 September 1996 silam. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara, buah hati pasangan Arkadius Ardi (59) dan Sopianita (49).

Anong lulus Akademi Militer pada tahun 2018 lalu. Kini wanita cantik ini dipercaya sebagai Perwira Penerbang II Flite Heli Serang Skadron-12/Serbu Waytuba. Ia juga bertugas bawah kendali operasi (BKO) di Kodam XII/Tanjungpura.

Tugasnya mendukung Kodal Pangdam XII/Tanjungpura dan Dorlog Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Barat.

Kisah Letda Alberta Injilia, Penerbang Helikopter di Perbatasan RI-Malaysia
Kisah Letda Alberta Injilia, Penerbang Helikopter di Perbatasan RI-Malaysia

Anong bisa berbangga diri lantaran bisa melaksanakan tugas kemanusiaan tersebut.

“Apalagi saya yang asli Kalbar tentunya juga tidak ingin melihat saudara-saudara saya di pedalaman mengalami kesulitan di tengah pandemi ini,” katanya.

Sosok yang juga lulusan SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya ini pun bersyukur dengan profesi yang digelutinya. Ia menjalankannya sebagai sebuah panggilan negara yang wajib dilakukan.

“Apapun latar belakang profesi kita, wajib ikut serta bersama-sama mencegah COVID-19,” ujarnya.(minews)