2 Maret 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Olah Lahan Tidur, Polisi di Perbatasan RI-Timor Leste Terima Pin Emas dari Kapolri

BatasNegeri – Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Nasrul Ikhwan Ninong mendapat penghargaan pin emas yang langsung disematkan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal polisi Listyo Sigit Prabowo, Selasa (7/11/2023).

Bripka Nasrul Ikhwan Ninong bertugas di perbatasan Indonesia-Timor Leste atau tepatnya di Kepolisian Sektor (Polsek) Lasiolat, Kepolisian Resor (Polres) Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dia diganjar penghargaan tersebut karena mengolah lahan tidur menjadi kebun tomat. Penghargaan pin emas Kapolri diberikan kepada Ps Kanit Samapta Polsek Lasiolat, dalam acara Rakorbin SDM dan PNS Polri tahun 2023.

Penghargaan itu diterima Bripka Nasrul di Hotel Borobudur Jakarta Pusat. Bripka Nasrul dinilai berprestasi di bidang wirausaha karena mengolah lahan tidur milik warga menjadi perkebunan tomat serta tanaman komoditi lainnya.

Bripka Nasrul yang dikonfirmasi wartawan pada Selasa (7/11/2023) mengaku terharu mendapat penghargaan ini. Dia tidak menyangka dedikasinya di wilayah perbatasan mendapat penghargaan dari pimpinan tertinggi Polri.

Nasrul mendapat kabar tersebut pada pekan lalu dan mulai melengkapi berkas yang dibutuhkan. Bripka Nasrul pun ke Jakarta pada Senin (6/11/2023), difasilitasi Mabes Polri guna menerima penghargaan tersebut.

“Dedikasi saya adalah mengolah lahan tidur menjadi lahan bermanfaat. Tapi saya kaget karena pimpinan menghargai apa yang saya lakukan selama ini.”

“Ini menjadi motivasi bagi saya agar berbuat lebih baik lagi,” kata Nasrul kepada sejumlah wartawan.

Apresiasi juga disampaikan Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Satrya Yusada yang terus memotivasi dan mendorong Nasrul agar makin giat berbuat yang terbaik.

Tahun lalu, Bripka Nasrul pun diganjar penghargaan oleh Kapolres Belu karena prestasinya di bidang pertanian. Dia mengolah lahan tidur milik warga desa Maneikun, Kecamatan Lasiolat menjadi lahan perkebunan yang ditanami tomat Lahurus serta tanaman komoditi lainnya. Bripka Nasrul sudah lama bertugas di Polres Belu, NTT.

Selama ini, dia bertugas sebagai Kanit Samapta Polsek Lasiolat, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat berbatasan dengan Timor Leste. Dia juga memberikan inspirasi tersendiri bagi warga masyarakat, khususnya petani ladang, untuk menambah penghasilan keluarga. Dirinya memanfaatkan peluang pertanian di wilayah Desa Maneikun. Di luar tanggung jawab sebagai anggota Polri, Nasrul juga menjadi petani.

Bersama warga petani di Desa Maneikun, ia bekerja sama memanfaatkan lahan tidur yang diolah menjadi kebun tomat. Di atas lahan seluas setengah hektare milik Matias Moruk warga Desa Maneikun, dikembangkan sekitar 700 tanaman tomat Lahurus khas daerah Lasiolat. Tomat Lasiolat merupakan satu-satunya jenis tomat yang memiliki buah besar dan langka karena tomat itu hanya bisa tumbuh di beberapa desa dalam wilayah Kecamatan Lasioat, Kabupaten Belu dan tidak ada di daerah lain.

Nasrul termotivasi dengan potensi di wilayah Lasiolat karena banyak lahan kosong atau lahan tidur serta air berlimpah yang cocok untuk bertani ladang atau kebun.

“Sangat memotivasi saya untuk menunjukkan kepada masyarakat petani Kecamatan Lasiolat. Apalagi potensi di sini banyak lahan kosong sehingga bagaimana caranya kita memanfaatkan lahan yang ada itu untuk bercocok tanam,” ujarnya.

Sebagai seorang anggota Polri, ia menunjukkan bisa bekerja sebagai petani kepada masyarakat sehingga warga tidak hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara. Dengan bertani, masyarakat bisa memperoleh penghasilan untuk memenuhi ekonomi keluarga.

“Seperti saat ini saya bersama bapak Matias memanfaatkan lahan kosong yang ada dengan bercocok tanam tomat Lahurus,” terang Nasrul.

Nasrul juga selalu memanfaatkan kebersamaannya saat bersama warga mengolah lahan untuk menyampaikan pesan Kamtibmas guna menekan angka kriminalitas. Nasrul juga memiliki mimpi agar warga disibukkan dengan berbagai aktivitas positif sehingga mengurangi tindak pidana.

Di sisi lain, memanfaatkan lahan yang ada dengan aneka tanaman maka pendapatan masyarakat pun meningkat sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat pun naik.

Dia berharap keuntungan dari hasil mengolah lahan tidur ini bisa membantu maayarakat kurang mampu dan yang membutuhkan.[*]

Kompas.com