2 Maret 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Tidore, Maluku Utara Resmi Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Nusantara 2023

BatasNegeri – Peringatan Hari Nusantara 2023, sudah diputuskan akan dipusatkan di Kota Tidore, Maluku Utara, pada 10–13 Desember 2023. Disadur dari Kemenhub Jadi Ketua Pelaksana Peringatan Hari Nusantara, Siap Perkuat Kembali Indonesia Sebagai Negara Kepulauan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diajukan oleh MenkoMarves sebagai Ketua Pelaksana Penyelenggaraan Hari Nusantara 2023.

Asal Muasal Adanya Peringatan Hari Nusantara

Dilansir dari laman resmi Kementerian Perhubungan RI, diakuinya status NKRI sebagai Negara Kepulauan yang wilayahnya mencakup daratan dan perairan oleh Internasional ditetapkan berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB atau United Nation Convention on Law of the Sea (UNCLOS) pada 1982.

Konvensi Hukum Laut UNCLOS tersebut, ditetapkan PBB mengacu pada Deklarasi Djuanda (13 Desember 1957), yang dilanjutkan oleh diplomat Dr Hasyim Djalal dan Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja, di sidang PBB pada 1982

Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957, kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Nusantara, berdasarkan Ketetapan Presiden RI No 126 Tahun 2001, yang menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia, mencakup area di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan Wilayah NKRI.

Tujuan Peringatan Hari Nusantara 2023

“Peringatan Hari Nusantara adalah suatu momentum untuk mengingat Deklarasi Djuanda yang memperjuangkan konsep negara kepulauan Indonesia untuk diakui secara internasional dan masih relevan dengan situasi saat ini,” ucap Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Menhub mengungkapkan bahwa Deklarasi Djuanda perlu diperingati untuk mempersatukan kekuatan Indonesia sebagai negara kepulauan. Rangkaian kegiatan peringatan Hari Nusantara ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat dan semakin menguatkan rasa cinta Tanah Air.

Alasan Tidore Dipilih sebagai Pusat Kegiatan Peringatan Hari Nusantara 2023

Terpilihnya Pulau Tidore sebagai pusat rangkaian kegiatan dikarenakan memiliki sejarah sebagai titik nol jalur rempah dalam ekspor cengkeh pertama dari Tidore ke Eropa pada 11 Desember 1521, dan pada tanggal inilah ditetapkan sebagai Hari Rempah Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia. 

Tema Peringatan Hari Nusantara 2023

Adapun tema yang diangkat pada peringatan Hari Nusantara 2023 adalah “Merajut Konektivitas Nusantara dan Ekonomi Maritim dari Titik Nol Jalur Rempah”. Menhub menyebutkan bahwa melalui tema ini, diharapkan dapat kembali mengangkat posisi Tidore yang dikenal sebagai pusat rempah-rempah seperti cengkeh pada dekade 60-70an.

Menurut Menhub, gagasan tersebut akan dituangkan pula pada logo Hari Nusantara 2023. “Pada logo akan ditampilkan bendera merah putih, juga ada hasil utama perkebunan Tidore yakni: cengkeh, dan perahu yang identik dengan laut.” beber Menhub.

Menhub mengungkapkan bahwa di Tidore terdapat perahu kora-kora, pulau unik yang berbentuk gunung dan ombak yang menggambarkan negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut.

Persiapan Maluku Utara Sebagai Tuan Rumah

Sebagai tuan rumah peringatan Hari Nusantara 2023, Abdul Gani selaku Gubernur Maluku Utara merasa bangga atas kepercayaan Pemerintah Pusat yang diberikan kepada Kota Tidore. Abdul Gani menjelaskan, provinsi Maluku Utara memiliki wilayah perairan lebih luas dibanding daratan dan pergerakan ekonomi dominan lewat jalur laut. Ia berharap berbagai pihak dapat meningkatkan kerjasama dan kolaborasi untuk menyukseskan agenda peringatan Hari Nusantara di Maluku Utara.

Selain fokus dalam persiapan peringatan Hari Nusantara 2023, Abdul Gani menyebutkan bahwa saat ini Pemda Maluku Utara juga tengah fokus meningkatkan akses transportasi udara melalui pembangunan Bandara Loleo dan aktif mempromosikan pariwisata khususnya di Kepulauan Widi yang akan menyelenggarakan festival pada akhir tahun mendatang.

Sebagai dukungan untuk menyukseskan kegiatan ini, Kemenhub menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana transportasi diantaranya yakni memfasilitasi 30 unit bus ukuran mikro di Tidore dan Ternate selama kegiatan berlangsung. Selain itu, disediakan 4 unit kapal rute Bastiong Ternate – Rum Tidore yang beroperasi sebanyak 3 trip pada pukul 08.00, 12.30 dan 15.30 dan rute Bastiong – Sofifi dan Bastiong – Sidangoli serta 11 unit kapal penyeberangan perintis dengan 22 lintasan.[*]

kaltimtoday.co