23 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Jenis tanaman umbi-umbian (Kompasiana)

Melestarikan Tanaman Khas Suku Kanum, Papua

BatasNegeri – Indonesia terkenal akan kekayaan adat dan budaya, mulai dari pola kehidupan hingga makanan pokok atau khas dari setiap suku di negeri ini yang cukup unik.

Dari sekian banyak makanan khas itu, di wilayah Indonesia timur banyak ditemukan jenis tumbuhan penghasil umbi-umbian yang dulu banyak dikonsumsi oleh kakek dan nenek kita. Umbi-umbian itu antara lain: Uwi, Gembili, Gembolo (Dioscorea bulbifera) dan Tomboreso. Umbi-umbian tersebut dihasilkan oleh 4 jenis tumbuhan yang berbeda namun digolongkan dalam genus yang sama yakni Dioscorea.

Anggota genus Dioscorea umumnya berupa perdu memanjat dengan  daun bentuk jantung seperti daun sirih, ginjal, bulat telur, hingga bulat memanjang. Genus Dioscorea menghasilkan umbi di dalam tanah namun beberapa di antaranya juga memiliki umbi yang menggantung/aerial.

Jenis umbi Gembili di Papua khususnya di wilayah Merauke dikenal dengan sebutan populer Kumbili. Tanaman ini merupakan bahan makanan khas suku Kanum yang mendiamai daerah perbatasan RI-PNG di Sota.

Tanaman ini juga telah menjadi penunjang hidup bagi mereka karena sudah diwariskan dari generasi ke generasi sejak zaman dahulu kala. Kumbili juga sering digunakan dalam upacara – upacara adat suku – suku di daerah perbatasan Papua-PNG.

Menjadi ironi ketika dewasa ini kian jarang kita mendapati ada orang atau pihak yang berminat untuk melestarikan dan membudidayakan tanaman warisan leluhur ini. Tak heran bila kemudian tanaman ini semakin langka dan susah didapati.

Berangkat dari kesadaran ini, beberapa waktu lalu, Anggota Binmas Noken Iptu Ma’ruf Suroto yang juga Kanit Pertanian Satgas Binmas Noken Polri, berbagi bibit tanaman Kumbili kepada warga suku Kanum.

Iptu Ma’ruf mengatakan, selain melestarikan tanaman Kumbili, pemberian bibit kumbili tersebut juga untuk membantu masyarakat dalam membudidayakan tanaman Kumbili dan membantu perekonomian mereka.

“Pemberian bibit tanaman kumbili ini sengaja saya lakukan untuk membantu masyarakat melestarikan tanaman yang sudah menjadi penunjang hidup mereka sejak dulu dan sudah menjadi suatu budaya didalam adat istiadat mereka yang berada diderah perbatasan RI – PNG, selain itu agar masyarakat juga bisa mempunyai lapangan kerja yang bisa membantu perekonomian mereka,” Ucap Iptu Ma’Ruf.

Atas bantuan bibit kumbili tersebut, masyarakat di daerah perbatasan merasa sangat berterima kasih, karena masih ada orang yang peduli dengan pelestarian tanaman yang menjadi penunjang hidup mereka sejak dulu.[*]