21 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Deti Kurnia, Srikandai Penjaga Hutan Borneo di Batas Negeri

BatasNegeri – Namanya Deti kurnia dan usianya baru mau menjelang 26 tahun. Meski masih tergolong belia, gadis ini sudah memiliki tugas dan tanggung jawab nan besar yaitu menjadi Kepala Resort Nanga Potan, Seksi wilayah II Tanjung Kerja Bidang Wilayah I Mataso,Taman Nasional Betung Kerihun, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Gadis kelahiran 4 November 1994 ini mulai bekerja sebagai penjaga hutan perbatasan Indonesia dan Malaysia ini pada tahun 2018 silam. Mungkin bagi kebanyakan orang ini adalah tugas yang berat, tapi tidak bagi Deti.

Ia justru bangga karena bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Maklum dia juga penyuka kegiatan di alam terbuka.

Selama bertugas di sana, ia bersama teman-temannya memikul tanggung jawab yang tidak ringan. Mereka harus memberi perlindungan dan pengamanan kawasan taman nasional dan ekosistem di dalamnya.

“Saya bersama rekan-rekan saya di resort Nanga Potan melaksanakan berbagai kegiatan rutin, diantaranya melaksanakan kegiatan patroli rutin kedalam kawasan (taman nasional), inventarisasi, monitoring serta pendataan terhadap berbagai jenis aneka ragaman hayati yang ada di kawasan (taman nasional) kita ini,” Kata Deti.

Tak pernah terbesit dalam benaknya untuk berkarya di pedalaman Kalimantan, yang masih dikelilingi lebatnya pepohonan sejauh mata memandang. Ia pun segera jatuh cinta dengan kondisi alam di sana.

Deti pun tersadar bahwa hutan telah memberi banyak manfaat bagi manusia. Kehidupan manusia bergantung pada hutan dan seisinya. Sebab itu, kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama.

Karena itu, Deti dan rekan-rekannya juga terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan, di antaranya rimbawan mengajar kepada anak-anak SD, kemudian melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Bukan hal mudah. Bahkan kehadiran Deti dan timnya kerap dianggap sebagai ancaman bagi warga sekitar.

Namun mereka tak pernah putus harapan untuk memberikan literasi dan menjalin relasi dengan masyarakat di sana.

Pendekatan dilakukan dengan berbagai kegiatan pemberdayaan warga. Agar warga tidak hanya menggantungkan hidup hanya dari hasil hutan.

Memunculkan sumber ekonomi lain untuk warga. Contohnya program pembesaran sapi atau program Perguliran Hewan Ternak Sapi.

Sebagian warga masyarakat yang sudah memahami kehadiran para jagawana, dilibatkan untuk ikut serta menjaga hutan. Hutan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Cara tersebut dilakukan agar warga ikut merawat dan menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan.

Ada satu lagi program yang dijalankan Deti dan rekannya. Yakni Rimbawan mengajar. Mereka menjadi guru bagi anak-anak sekolah dasar di desa yang berada di sekitar hutan.

Bagaimana, adakah yang tertarik berkarya seperti Deti?[*]

reqnews.com